Indonesia Di bawah Panji NeoLib (1)
Era Muslim | 16/10/2009 21:45 WIB
Presiden Barrack Obama ternyata hanya membutuhkan 15 orang menteri ditambah dengan 6 jabatan setingkat menteri. Jika mau ditotal ada 21 orang pembantu presiden AS. Bagaimana dengan Indonesia?
Hari-hari ini sampai dengan tanggal 21 Oktober nanti, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono, tengah sibuk menyusun Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Media massa negeri ini, dengan atau tanpa lembaga survei, ramai-ramai memprediksi siapa saja yang akan diajak SBY-Budiono untuk menjadi pembantunya.
Eramuslim | 29/10/2009
Delapan tahun setelah peristiwa serangan 11 September 2001, Barat masih menganggap Islam sebagai ancaman. Barat masih mengkhawatirkan adanya kelompok-kelompok ekstrimis Islam dan menilai umat Islam terbelakang dan mudah menerima mentah-mentah apa yang dikatakan para pemuka agama mereka. Tapi Barat melupakan bahwa munculnya ekstrimisme tidak selalu berkaitan langsung dengan doktrin agama, tapi kebanyakan karena adanya ketidakadilan yang dilakukan negara-negara Barat terhadap negeri-negeri Muslim dan persoalan sosial yang berakar pada masalah perekonomian, seperti regulasi ekonomi yang menghambat berkembangnya wirausaha, pengisolasian suatu komunitas masyarakat dari perekonomian global, kesempatan kerja terbatas, jasa pelayanan yang minim dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Indonesia Menggugat Jilid II? (bagian 1)
Eramuslim | 16/06/2009
Sebuah buku menarik yang ditulis oleh Kwik Kian Gie berjudul “Indonesia Menggugat Jilid II?” membahas tentang sosok pemikiran dan keberpihakan seorang Boediono dalam kancah ekonomi Indonesia. Benarkah Boediono salah seorang agen asing yang dititipkan dalam pemerintahan Indonesia agar mereka bisa tetap menjajah Indonesia di bidang ekonomi? Berikut penuturan buku ini.
Sebuah buku menarik yang ditulis oleh Kwik Kian Gie berjudul “Indonesia Menggugat Jilid II?” membahas tentang sosok pemikiran dan keberpihakan seorang Boediono dalam kancah ekonomi Indonesia. Benarkah Boediono salah seorang agen asing yang dititipkan dalam pemerintahan Indonesia agar mereka bisa tetap menjajah Indonesia di bidang ekonomi? Berikut penuturan buku ini.
Sisi Gelap Harry Potter (1)
Eramuslim | 23/08/2009
Harry Potter adalah fenomena dunia sastra. Banyak kontroversi di sana. Sebagian kalangan menyebut tujuh serialnya sebagai “The Handbook of Occult”. Mengapa?
Dalam suatu acara di Bogor dua pekan lalu, beberapa orang ibu meminta agar rubrik ini tidak melulu menyorot “persoalan orang dewasa” seperti politik dan sebagainya. Mereka minta agar “persoalan anak-anak” juga dikupas, khususnya bahaya fenomena Harry Potter dilihat dari akidah Islam. “Persoalan akidah sekecil apa pun bukan masalah yang bisa dianggap remeh kan, apalagi ini menyangkut jutaan anak-anak yang tersihir Harry Potter!” ujar mereka. Benar juga.
Era Muslim | 26/12/2008
Diskursus tentang CIA dan peranannya dalam perjalanan sejarah bangsa ini kembali mengemuka ketika buku Tim Werner berjudul “Legacy of Ashes” diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan menyinggung tentang direkrutnya Adam Malik menjadi agen CIA.
Diskursus tentang CIA dan peranannya dalam perjalanan sejarah bangsa ini kembali mengemuka ketika buku Tim Werner berjudul “Legacy of Ashes” diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan menyinggung tentang direkrutnya Adam Malik menjadi agen CIA. Polemik pun merebak. Ada yang percaya, ada yang tidak. Dan seperti juga kasus lainnya di negeri ini, kontroversi itu pun segera menguap, berakhir tanpa ending yang jelas. Fakta inilah yang membuat banyak orang luar menyebut bangsa ini memiliki memori yang amat pendek.
Setelah memaparkan apa adanya tentang Jenderal Suharto, maka kini kita akan membahas Soekarno, tokoh bangsa yang memiliki segudang kontradiksi di dalam dirinya. Soekarno adalah seorang yang besar, siapa pun tidak akan menyanggah hal itu. Demi menggapai impian memerdekakan negeri dan bangsanya, Soekarno rela menghabiskan 25 tahun kehidupannya di dalam penjara kaum penjajah. Dia juga bukan tipe pemimpin yang korup, sesuatu yang membuatnya sangat berbeda dengan sosok Jenderal Suharto. Walau demikian, sebagai seorang manusia biasa, Soekarno juga memiliki sejumlah catatan buruk yang tidak boleh diulang oleh generasi penerus bangsa ini.
Semua partai politik (parpol) yang sudah menandatangani kontrak politik untuk memperkuat koalisi di kantor wakil presiden terpilih Boediono, Bravo Media Center, diantaranya PKS, PAN, PKB, PPP, Demokrat, dan Golkar, akhirnya semua mendapatkan kursi jabatan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, yang diumumkan Presiden SBY, semalam (pukul 10 malam) di Istana Merdeka.
Jumlah kursi menteri yang diberikan kepada parpol itu, jumlahnya tetap sama dengan jumlah kursi parpol di Kabinet Indonesia Bersatu I, yaitu berjumlah 19 kursi jabatan menteri.
Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI, Prof. Boediono mengumumkan secara resmi nama-nama menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke-2. Ada tiga puluh nama mencakup 34 menteri dan 3 pejabat negara setingkat menteri. Ketiga puluh tujuh orang tersebut akan dilantik hari ini, Kamis, 23 Oktober 2009, pukul 13.30. Berikut ini profil singkat para menteri dan pejabat setingkat menteri yang telah resmi diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
1. Marsekal TNI (Pur) Djoko Suyanto Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950 ini menjabat Panglima TNI dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007. Pada Pilpres 2009, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono. Sebelum menjabat Panglima TNI, Djoko Suyanto adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU). Ia merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarah Indonesia. Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY-Boediono, Djoko Suyanto menempati posisi Menko Polhukam.